Guru merupakan nama tempat suci simbolik
Hindu dimana Vidya disimpan. Gu artinya gelap, Ru artinya mengusir, Vidya artinya
pengetahuan. Jadi secara etimologis dapat dikatakan jika guru artinya mengusir
gelap dengan pengetahuan atau wawasan.
Sebelumnya dikatakan
jika guru merupakan nama tempat suci simbolik Hindu dimana Vidya disimpan, dengan
demikian dapat kita duga jika makna tempat suci tersebut tidaklah merujuk pada pengertian
nyata tempat atau ruang penyimpanan yang bersifat fisik (denotasi); melainkan
tampaknya lebih merujuk pada ‘tempat’ atau ‘ruang’ yang bersifat metafisik
(meta-fisika; melampaui yang bendawi), dalam hal ini berarti jiwa atau aspek
kesucian jiwa (konotasi) yang melekat pada sosok atau pribadi manusia yang layak
diperguru—yang dianggap telah terbukti mampu mengusir kabut gelap dalam
dirinya.
Dalam tradisi Hindu
kita dapat mengetahui jika representasi sosok atau kepribadian suci semacam demikian
telah dinisbatkan melekat pada suatu kaum atau golongan manusia yang umumnya disebut
sebagai para Brahmana atau Brahmin—yang menjalankan tugas dalam melestarikan
khazanah pengetahuan dan tradisi kebudayaan Hindu atau Veda. Kata Guru kemudian
bertemu dengan kata As yang artinya mengajar.
Siapakah yang
mengajar dan apakah yang diajarkannya? Tentu saja, para Brahmana-lah yang
kemudian muncul kepermukaan untuk diperguru dan mengajarkan kepada siapa saja yang
membutuhkan Vidya (pengetahuan) atau Veda (kitab suci Hindu, variasi dialektis
yang berarti sama: pengetahuan) demi keinginan dan tegad mengusir setapak demi
setapak wilayah kegelapan yang melekat pada relung kejiwaan; atau menyingkirkan
sejumput demi sejumput tabir hitam yang menghalangi pandangan mata dari terangnya
melihat kebenaran melalui pengetahuan.
Istilah Vidya yang
berarti ‘wawasan’ atau ‘pengetahuan’ dapat ditemui variasi dialektisnya pada
seluruh kebudayaan bangsa berumpun bahasa Indo-Eropa (India sampai Eropa). Kata Vidya identik dengan kata Idea,
yang sangat penting dalam filsafat Plato. Dari bahasa Latin kita temukan kata Video, tapi di Romawi kata itu berarti
‘melihat’ (namun dapat dimengerti karena dalam bahasa Inggris, “I see” juga dapat berarti “I understand”). Selain itu, dalam bahasa
Inggris kita mengenal kata Wise (dan Wisdom)—dalam bahasa Jerman, Wissen (mengetahui). Dalam bahasa
Norwegia terdapat kata Viten, yang
mempunyai akar yang sama dengan kata India Vidya, kata Yunani Idea, dan kata
Latin Video. (GTK. Cimahi. 11 Oktober 2012. 21:22 WIB)